Senin, 23 April 2012

Geng Motor Meresahkan Masyarakat


Akibat pembiaran aparat, jumlah geng motor yang meresahkan masyarakat meningkat selama tiga tahun. Indonesia Police Watch (IPW) meminta aparat kepolisian mengaktifkan polsek dan polres untuk memberantasnya. Pembiaran yang dilakukan polisi terhadap geng motor selama ini, ujarnya, sudah membuat konflik sosial, memicu dendam, dan aksi main hakim sendiri,Pembiaran itu terlihat dari data yang dihimpun IPW.

Pada tahun 2009 saja di wilayah Polda Metro Jaya ada 20 lokasi balapan liar. Kini, 2012 justru tersebar di 80 lokasi. Area geng motor terbesar ditemui di Tangerang sebanyak 21 lokasi. IPW mendata ada tiga perilaku buruk geng motor, balapan liar, judi (taruhan), dan tawuran (pengeroyokan), polanya terbanyak seperti yang dialami seorang anggota TNI AL di Kemayoran yang mengakibatkan korban jiwa.

Catatan kekerasan lainnya terlihat pada 2009. Didapati ada 68 orang tewas di arena balapan liar, baik akibat kecelakaan maupun pengeroyokan. Pada 2010 ada 62 orang tewas, 2011 ada 65 tewas. Balapan liar yang mereka lakukan kerap mengancam keselamatan masyarakat pengguna lalulintas. Setidaknya IPW menemukan ada lima lokasi yang menantang, yakni Warung Buncit, Jaksel dengan tikungan tajam, turunan, dan tanjakan. Rawapanjang, Bekasi yang berjalur lurus penuh truk dan kontainer. IPW berharap Polda Metro mengedepankan polsek dan polres untuk mmberantas geng motor dan balapan liar ini. Jika tidak konflik sosial akibat dendam atas prilaku geng motor ini akan terus berkecamuk di Jakarta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar