Jumat, 20 April 2012

Dominasi Perusahaan Asing Dalam Perekonomian Indonesia

Pengaruh Globalisasi dalam perkembangannya memicu Negara-negara berkembang untuk menjalin kerjasama dengan Negara-negara maju. Tidak lepas juga dari Sumber daya Alam pada Negara tersebut yang membuat Negara-negara maju mau menjalin kerja sama. Tapi apa kerja sama tersebut menguntungkan kedua belah pihak atau di rugikan. Simak beberapa pasal di bawah ini:

Pasal 33

(1) Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.
(2) Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
(3) Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

Pasal 34

Fakir miskin dan anak-anakyang terlantar dipelihara oleh negara.

Kalau kita menyimak Undang-undang Dasar 1945 yang membahas tentang kesejahteraan rakyat Indonesia apakah sudah terpenuhi? Dominasi Perusahaan asinglah yang memperlambat laju perekonomian Indonesia. Negara terlalu tergantung dari kerjasama yang tidak menguntungkan ini. contoh saja pada perusahaan minyak milik negara meski Indonesia memiliki laju pengurasan minyak yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan negara-negara penghasil minyak dunia, ternyata pengurasan ini lebih banyak dilakukan perusahaan-perusahaan asing. Sementara itu, PT Pertamina (Persero), perusahaan BUMN minyak dan gas terbesar, belum bisa menjadi motor produksi minyak nasional.

Pertamina melalui anak usahanya, PT Pertamina EP, memiliki wilayah kerja terluas, yaitu 138 ribu kilometer persegi atau 48 persen dari seluruh perusahaan migas yang beroperasi di Indonesia. Namun, produksi per kilometer persegi Pertamina baru sekitar 0,89 barel per hari.

Jika dibandingkan dengan PT Chevron Pacific Indonesia, yang hanya memiliki wilayah kerja 8.700 kilometer persegi, tingkat produksi Chevron telah mencapai 41,30 barel per hari per kilometer persegi. Perusahaan minyak asal Amerika Serikat ini masih menjadi produsen minyak bumi dan gas terbesar di Indonesia dengan kapasitas 356 ribu barel per hari.

Sementara itu, Total EP Indonesie hanya memiliki luas wilayah 3.121 kilometer persegi, namun produksi per luas wilayah perusahaan asal Prancis ini mencapai 28,64 barel per hari per kilometer persegi. Total EP memproduksi migas 82.232 barel per hari, atau 9.768 barel lebih rendah dari target sebesar 92 ribu barel.

Begitu Dominannya perusahaan asing yang berada di Indonesia sehingga menghambat laju perkembangan ekonomi di Negri kita sendiri. Para penguasa hanya mementingkan kepentingannya dari pada rakyat itu sendiri. Kalau saja pemerintah sadar betul apa yang harus di lakukan untuk saat ini pastinya rakyat akan makmur sejahtera.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar