Minggu, 20 November 2011

Selintas Kenangan


“Pasangan pengantin masuk rungan, beri sambutan yang meriah!” terdengar suara pembawa acara pernikahan. Hari ini adalah hari pernikahan sahabatku Bunga, dia cocok sekali menggunakan gaun pengantin itu. Begitulah selintas dalam pikiran ku. 

“Bud, nanti kamu main gitar di acara hiburan kan, mau main lagu apa?” Tanya Susy. Instrumental “Ladybird samba” jawab ku. 

“Heh?.. yang benar saja? Masa main lagu begitu di respsi sahabatmu?! Kamu kan bisa bikin lagu sendiri, bikin dong satu lagu buat hadiah?”.

 “Sahabat” kata yang sepintas di otakku.

Waktu SMU, aku Budi memang berteman dekat dengan Bunga. Dan nampaknya dia masih menganggapku sebagai sahabatnya sampai saat ini. Tapi dia tak pernah tau. Bagiku.. Dia lebih dari seorang sahabat… Waktu SMU, aku ikut klub berkebun dan musik sekaligus. Setiap hari aku bermain gitar disana. Sementara Bunga mengurus tanaman. 

“Aku nggak kuat ngangkat pot tanaman yang besar itu,” kata Bunga. “Biar aku yang angkat, tapi nanti kita pulang bareng ya” jawabku. Saat kegiatan klub berakhr kita pulang bareng.

Saat pulang jalan ke rumah kami melakukan percakapan. “Eh, tempo hari ada yang jual CD lama lho!” kataku. “Sekarang kan lagi musim terong dan tomat” kata Bunga. Memang obrolan kami tidak pernah nyambung, kalau mau jujur, kami dua orang yang sama sekali berbeda. Tapi entah kenapa, kami menikmati setiap detik persahabatan ini. 
Tidak perlu banyak waktu untuk menyadari bahwa aku “jatuh cinta” padanya…


“Saatnya pemotongan kue pengantin!” kata pembawa acara.. “Bud, nggak nyangka kau di undang juga, lho” kata seorang temanku. “Eh, memang kenapa?” aku bingung. “biasanya pengantin ga mengundang mantan pacar?” katanya. “memang siapa mantan pacarnya?” jawabku. “yah kmu” . “Kami ga pernah pacaran, kok!” jawabku kesal. “Tapi kalian deket bangat” kata susy ikut dalam pembicaraan. “Masa sama sekali nggak punya perasaan apa- apa?” Aku pun terdiam, dalam hati berkata “perasaan itu pernah ada…” beberapa kali aku ingin menyampaikan perasaan itu padanya, tapi.. Aku selalu terbentur dinding “persahabatan” kami. Aku tak pernah punya keberanian untuk mengutarakannya.. Seandainya kalau ada kesempatan..

Seperti biasa aku bermain gitar di klub, terdengar komentar dari Bunga “lagu yang tadi bagus sekali apa judulnya?” “Belum ada judulnya, baru dibuat kemarin kok,” jawabku. “siapa yang buat,” Tanya Bunga. “aku” “Heeh? Kamu bisa buat lagi sendiri Bud? Hebat! Bikini aku satu dong! Lagu tentang aku” kata Bunga “buatin ya, hehehe”
Ini dia, dalam hati ku ini kesempatan yang aku tunggu- tunggu! Bila kutulis dengan sepenuh hati.. Setiap nadanya pasti akan menyampaikan tulusnya perasaan ku!

Esokan harinya aku masuk ke ruangan klub. “Eh, Budi? Tumben datangnya cepat” kata Bunga. “Yang lainnya kemana?” Tanya aku. “sepertinya blum datang” jawab Bunga. Dalam hatiku, ini adalah kesempatan emas! “Hmm.. begini Bunga, ada yang ingin aku perdengarkan,” sambil memegang note lagu. “Bud… boleh curhat ga?” tiba- tiba bunga memotong pembicaraan. “Eh?” aku bingung..
“Aku… Sudah menyukai… Se-seorang” Bunga berbicara dengan nada malu. “Rasanya ajaib sekali, aku sama sekali tak pernah punya perasaan apa- apa terhadapnya.. Tapi semenjak kemarin, tiba-tiba saja.. Aku jadi..”
“Wah sama kebetulan dong! Aku juga baru punya gebetan!” entah aku panik kata itu keluar begitu saja dari mulutku. “Masa sih,” Tanya Bunga. “Iya masa bisa kebetulan begitu, ya! Kita betul- betul sehati nih!” aku pun tambah panik “Ternyata kita betul-betul sahabat sejati!” dalam hatiku berbeda dengan ucapan. “Oh, gitu.. Yah.. Kita berjuang bersama-sama ya!” Jawab Bunga dengan memberikan senyuman kepada ku.. “I.. Iya..” jawabku dengan suara lemas. Berjuang bersama… Satu ucapan yang membuat hatiku luluh lantak. Sejak saat itu waktu terasa berhenti.

Saat aku ingin mengambil gitar di ruang loker pesta, aku tanpa sengaja mendengar susy sedang berbicara dengan temannya.. “Kamu tau nggak konon kabarnya nih.. Waktu SMU Bunga naksir berat sma Budi lho,” kata susy. Aku kaget! “Aku nggak salah denger?!” dalam hatiku..
“Dia pernah mau menyatakan perasaannya, Tapi ternyata si Budi sudah punya pilihan lain.” Kata Susy. “Saatnya nggak pas bener ya,” jawab temannya itu.

“Ja.. Jadi, Aku yang dia maksud pada saat itu?!” akupun terdiam…

“Para hadirin Tuan Budi sahabat pengantin wanita, akan mempersembahkan lagu Ladybird samba! beri tepuk tangan yang meriah” saat aku pun tampil.

Aku termenung sebentar di atas panggung. Dan mulai memainkan lagu.

“Eh lagu ini..? Ini sih bukan lagu Ladybird samba?” jawab seorang penonton bingung.

“Aku membawakan lagu yang aku ciptakan buatnya dahulu.. Lagu ini tentang dia..” sambil  berkata dalam hatiku.

“Aku.. Cuma bisa menyesal, seandainya saat itu aku berani barkata jujur.. Keadaan bakal jauh berbeda, bukan?

“Tidak…  Justru hari ini ada karena aku tidak punya keberanian.. Kumainkan lagu ini untuk terakhir kalinya. Perasaan yang ingin kusampaikan, kutinggalkan hari ini dan melahkan maju ke depan…” Aku terus bermain gitar dengan rasa gembira.

“Entah.. lagu ini sangat indah sekali, aku tak mengerti tapi, air mata ini… Dalam sesaat serasa kembali ke masa SMU” kata Bunga sambil meneteskan air mata. Dalam hati Bunga ikut terharu mendengerkan lagu dari Budi.

Semua penonton menikmati lagu yang dibawakan olehku. Dalam hatiku, begitu lagu ini usai. Kami akan menjadi “sahabat”. Waktu yang sudah lama berhenti akan bergerak perlahan. Membuat ku bisa tersenyum dan berkata… “Kita, Berjuang Bersama…”

Minggu, 30 Oktober 2011

Pendapat Tentang Hukum Indonesia


Hukum adalah sekumpulan peraturan yang berisi perintah dan larangan yang dibuat oleh pihak yang berwenang sehingga dapat dipaksakan pemberlakuannya berfungsi untuk mengatur masyarakat demi terciptanya ketertiban disertai dengan sanksi bagi pelanggarnya.



Hukum di Indonesia sudah sangatlah parah dari zamannya Tommy Suharto yang merubah kamarnya tahanannya menjadi mewah sampai narapidana yang bisa menjual dan membeli Narkoba dalam rutan sudah menjadi hal yang biasa. Dalam hal ini pemerintah hanya mengandalkan lembaga Hukum tersebut sehingga menjadi tumpang tindih kesalahan. Contohnya saja yang baru- baru akhir ini kasus Artalita Suryani dan Gayus tambunan. Mereka berdua adalah seorang tawanan atau narapidana tetapi mereka punya akses untuk membuat hukum di Indonesia tdk berjalan dengan semestinya. Artalita juga merubah rutannya menjadi mewah dengan fasilitas kelas satu. Sedangkan Gayus bebas keluar masuk rutan sesuai dengan keinginannya dia.

Disinilah terlihat lemahnya sistem hukum di Indonesia, bagaimana tidak seorang yang mempunyai jabatan, uang dan kekuasaan biasa memaikan hukum - hukum yang berada di Indonesia. Bayangkan saja jika semua petinggi - petinggi negara, orang- orang kaya dan para penguasa negara melakukan hal yang seperti itu maka kehancuran negri ini tidak akan lama lagi.
Saya berharap penegasan hukum di Indonesia harus di lakukan dan memberikan sangsi seberat - beratnya sehingga orang yang melakukan hal tersebut akan mendapatkan hal yang setimpal dari perbuatan yang mereka kerjakan. Dan juga moral - moral para penegak hukum harus di rubah, tidak hanya gampang meneria suap dan manipolitik sebagainya. Bagaimana kita menciptakan manusia yang taat pada peraturan Agama dan Negara. Tidak ada waktu terlambat untuk memperbaiki hukum yang ada di Negara ini hanya kesadaran pada diri sendirilah yang harus di tanam sejak dini.

Minggu, 02 Oktober 2011

Perkembangan Bahasa Indonesia Saat Ini

Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi Republik Indonesia dan bahasa persatuan Bahasa Indonesia diresmikan penggunaannya setelah Proklamasi

Dalam konteksnya bahasa Indonesia ini adalah salah satu banyak bahasa Melayu, yang banyak di gunakan di Riau. Hingga saat ini, Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang hidup, yang terus menghasilkan kata-kata baru, baik melalui penciptaan maupun penyerapan dari bahasa daerah dan bahasa asing.

Menurut saya perkembangan bahasa Indonesia saat ini saat mengkhawatirkan. Dikarenakan banyak penyerapan dari bahasa - bahasa daerah serta bahasa - bahasa asing yang terkandung di dalamnya. Sehingga tanpa kita sadari sehari- hari kita menggunakan bahasa sampuran antara kedua penyerapan tersebut. Dan tidak mungkin kita juga menggunakan bahasa pergaulan dalam berteman sehingga sedikit banyak kita melupakan bahasa baku Indonesia. Dan di khawatirkan bahasa Indonesia akan terus berubah dan mempunyai istilah- istilah kata baru. Oleh karena itu wajibnya kita belajar dan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Karena ini semua adalah bahasa kita, bahasa Negara kita. Bahasa yang mempersatukan etnik budaya dari bermacam- macam suku dan bahasa.

Kita mungkin berfikir apa pentingnya belajar bahasa Indonesia. Itu kan bahasa sehari - hari kita? Tapi apa kita setiap hari menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Apakah yang kita gunakan sudah pas dengan aturan- bahasa yang ada? serta menggunakan bahasa baku? Memang dalam pergaulan antara teman contohnya kita sering menggunakan bahasa yang tidak baku. Memang perlakuaan itu tidak salah, tetapi kita juga harus mengetahui pola- pola kalimat sehingga pembicaraan/ komunikasi yang kita berikan bisa mereka terima dengan baik. Dengan menggunakan bahasa yang efisien sehingga mereka dapat mengerti dengan mudah.

Minggu, 29 Mei 2011

Pendapatan Nasional

Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode,biasanya selama satu tahun.

Konsep

Berikut adalah beberapa konsep pendapatan nasional
  • Produk Domestik Bruto (GDP)
Produk domestik bruto (Gross Domestic Product) merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun. Dalam perhitungan GDP ini, termasuk juga hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi di wilayah negara yang bersangkutan. Barang-barang yang dihasilkan termasuk barang modal yang belum diperhitungkan penyusutannya, karenanya jumlah yang didapatkan dari GDP dianggap bersifat bruto/kotor.

  • Produk Nasional Bruto (GNP)

Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun; termasuk hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut.

  • Produk Nasional Neto (NNP)

Produk Nasional Neto (Net National Product) adalah GNP dikurangi depresiasi atau penyusutan barang modal (sering pula disebut replacement). Replacement penggantian barang modal/penyusutan bagi peralatan produski yang dipakai dalam proses produksi umumnya bersifat taksiran sehingga mungkin saja kurang tepat dan dapat menimbulkan kesalahan meskipun relatif kecil.

  • Pendapatan Nasional Neto (NNI)

Pendapatan Nasional Neto (Net National Income) adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi. Besarnya NNI dapat diperoleh dari NNP dikurang pajak tidak langsung. Yang dimaksud pajak tidak langsung adalah pajak yang bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain seperti pajak penjualan, pajak hadiah, dll.

  • Pendapatan Perseorangan (PI)

Pendapatan perseorangan (Personal Income)adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun. Pendapatan perseorangan juga menghitung pembayaran transfer (transfer payment). Transfer payment adalah penerimaan-penerimaan yang bukan merupakan balas jasa produksi tahun ini, melainkan diambil dari sebagian pendapatan nasional tahun lalu, contoh pembayaran dana pensiunan, tunjangan sosial bagi para pengangguran, bekas pejuang, bunga utang pemerintah, dan sebagainya. Untuk mendapatkan jumlah pendapatan perseorangan, NNI harus dikurangi dengan pajak laba perusahaan (pajak yang dibayar setiap badan usaha kepada pemerintah), laba yang tidak dibagi (sejumlah laba yang tetap ditahan di dalam perusahaan untuk beberapa tujuan tertentu misalnya keperluan perluasan perusahaan), dan iuran pensiun (iuran yang dikumpulkan oleh setiap tenaga kerja dan setiap perusahaan dengan maksud untuk dibayarkan kembali setelah tenaga kerja tersebut tidak lagi bekerja).

  • Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI)

Pendapatan yang siap dibelanjakan (Disposable Income) adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi. Disposable income ini diperoleh dari personal income (PI) dikurangi dengan pajak langsung. Pajak langsung (direct tax) adalah pajak yang bebannya tidak dapat dialihkan kepada pihak lain, artinya harus langsung ditanggung oleh wajib pajak, contohnya pajak pendapatan.

Perhitungan

  • Pendekatan pendapatan, dengan cara menjumlahkan seluruh pendapatan (upah, sewa, bunga, dan laba) yang diterima rumah tangga konsumsi dalam suatu negara selama satu periode tertentu sebagai imbalan atas faktor-faktor produksi yang diberikan kepada perusahaan.
  • Pendekatan produksi, dengan cara menjumlahkan nilai seluruh produk yang dihasilkan suatu negara dari bidang industri, agraris, ekstraktif, jasa, dan niaga selama satu periode tertentu. Nilai produk yang dihitung dengan pendekatan ini adalah nilai jasa dan barang jadi (bukan bahan mentah atau barang setengah jadi).
  • Pendekatan pengeluaran, dengan cara menghitung jumlah seluruh pengeluaran untuk membeli barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu negara selama satu periode tertentu. Perhitungan dengan pendekatan ini dilakukan dengan menghitung pengeluaran yang dilakukan oleh empat pelaku kegiatan ekonomi negara, yaitu: Rumah tangga (Consumption), pemerintah (Government), pengeluaran investasi (Investment), dan selisih antara nilai ekspor dikurangi impor (XM)

Rumus menghitung pertumbuhan ekonomi adalah sebagai berikut :

g = {(PDBs-PDBk)/PDBk} x 100%

g = tingkat pertumbuhan ekonomi PDBs = PDB riil tahun sekarang PDBk = PDB riil tahun kemarin

Contoh soal :

PDB Indonesia tahun 2008 = Rp. 467 triliun, sedangkan PDB pada tahun 2007 adalah = Rp. 420 triliun. Maka berapakah tingkat pertumbuhan ekonomi pada tahun 2008 jika diasumsikan harga tahun dasarnya berada pada tahun 2007 ?

jawab :

g = {(467-420)/420}x100% = 11,19%

Manfaat


Selain bertujuan untuk mengukur tingkat kemakmuran suatu negara dan untuk mendapatkan data-data terperinci mengenai seluruh barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara selama satu periode, perhitungan pendapatan nasional juga memiliki manfaat-manfaat lain, diantaranya untuk mengetahui dan menelaah struktur perekonomian nasional. Data pendapatan nasional dapat digunakan untuk menggolongkan suatu negara menjadi negara industri, pertanian, atau negara jasa. Contohnya, berdasarkan pehitungan pendapatan nasional dapat diketahui bahwa Indonesia termasuk negara pertanian atau agraris, Jepang merupakan negara industri, Singapura termasuk negara yang unggul di sektor jasa, dan sebagainya.

Disamping itu, data pendapatan nasional juga dapat digunakan untuk menentukan besarnya kontribusi berbagai sektor perekomian terhadap pendapatan nasional, misalnya sektor pertanian, pertambangan, industri, perdaganan, jasa, dan sebagainya. Data tersebut juga digunakan untuk membandingkan kemajuan perekonomian dari waktu ke waktu, membandingkan perekonomian antarnegara atau antardaerah, dan sebagai landasan perumusan kebijakan pemerintah.

sumber: wikipedia.org/pendapatan_nasional



Struktur Pasar II

Struktur Pasar terdiri dari :

Pasar Persaingan Sempurna

Pengertian pasar persaingan sempurna adalah suatu bentuk interaksi antara permintaan dengan penawaran di mana jumlah pembeli dan penjual sedemikian rupa banyaknya atau tidak terbatas.
Ciri-ciri pokok dari pasar persaingan sempurna adalah:

a. Jumlah perusahaan dalam pasar sangat banyak.
b. Produk/barang yang diperdagangkan serba sama (homogen).
c. Konsumen memahami sepenuhnya keadaan pasar.
d. Tidak ada hambatan untuk keluar/masuk bagi setiap penjual.
e. Pemerintah tidak campur tangan dalam proses pembentukan harga.
f. Penjual atau produsen hanya berperan sebagai price taker (pengambil harga).

Pasar Persaingan tidak Sempurna

a. Pasar Monopoli 

Pasar monopoli adalah suatu bentuk interaksi antara permintaan dan penawaran di mana hanya ada satu penjual/produsen yang berhadapan dengan banyak pembeli atau konsumen.
Ciri-ciri dari pasar monopoli adalah:
1) hanya ada satu produsen yang menguasai penawaran;
2) tidak ada barang substitusi/pengganti yang mirip (close substitute);
3) produsen memiliki kekuatan menentukan harga; dan
4) tidak ada pengusaha lain yang bisa memasuki pasar tersebut karena ada hambatan berupa keunggulan perusahaan.

Anda tentu bertanya mengapa terjadi pasar monopoli. Ada beberapa penyebab terjadinya pasar monopoli, di antara penyebabnya adalah sebagai berikut:

1) Ditetapkannya Undang-undang (Monopoli Undang-undang). Atas pertimbangan pemerintah, maka pemerintah dapat memberikan hak pada suatu perusahaan seperti PT. Pos dan Giro, PT. PLN.

2) Hasil pembinaan mutu dan spesifikasi yang tidak dimiliki oleh perusahaan lain, sehingga lama kelamaan timbul kepercayaan masyarakat untuk selalu menggunakan produk tersebut.

3) Hasil cipta atau karya seseorang yang diberikan kepada suatu perusahaan untuk diproduksi, yang kita kenal dengan istilah hak paten atau hak cipta.

4) Sumber daya alam. Perbedaan sumber daya alam menyebabkan suatu produk hanya dikuasai oleh satu daerah tertentu seperti timah dari pulau Bangka.

5) Modal yang besar, berarti mendukung suatu perusahaan untuk lebih mengembangkan dan penguasaan terhadap suatu bidang usaha.

b. Pasar Oligopoli

Pasar oligopoli adalah suatu bentuk interaksi permintaan dan penawaran, di mana terdapat beberapa penjual/produsen yang menguasai seluruh permintaan pasar.

Ciri-ciri dari pasar oligopoli adalah:

1) Terdapat beberapa penjual/produsen yang menguasai pasar.

2) Barang yang diperjual-belikan dapat homogen dan dapat pula berbeda corak (differentiated product), seperti air minuman aqua.

3) Terdapat hambatan masuk yang cukup kuat bagi perusahaan di luar pasar untuk masuk ke dalam pasar.

4) Satu di antaranya para oligopolis merupakan price leader yaitu penjual yang memiliki/pangsa pasar yang terbesar. Penjual ini memiliki kekuatan yang besar untuk menetapkan harga dan para penjual lainnya harus mengikuti harga tersebut. Contoh dari produk oligopoli: semen, air mineral.

c. Pasar Duopoli

Duopoli adalah suatu pasar di mana penawaran suatu jenis barang dikuasai oleh dua perusahaan.
Contoh: Penawaran minyak pelumas dikuasai oleh Pertamina dan Caltex.

d. Monopolistik

Pasar monopolistik adalah suatu bentuk interaksi antara permintaan dengan penawaran di mana terdapat sejumlah besar penjual yang menawarkan barang yang sama. Pasar monopolistik merupakan pasar yang memiliki sifat monopoli pada spesifikasi barangnya. Sedangkan unsur persaingan pada banyak penjual yang menjual produk yang sejenis.
Contoh: produk sabun yang memiliki keunggulan misalnya untuk kecantikan,
kesehatan dan lain-lain.

Ciri-ciri dari pasar monopolistik adalah:
1) Terdapat banyak penjual/produsen yang berkecimpung di pasar.
2) Barang yang diperjual-belikan merupakan differentiated product.
3) Para penjual memiliki kekuatan monopoli atas barang produknya sendiri.
4) Untuk memenangkan persaingan setiap penjual aktif melakukan promosi/iklan.
5) Keluar masuk pasar barang/produk relatif lebih mudah.

e. Pasar Monopsoni

Bentuk pasar ini merupakan bentuk pasar yang dilihat dari segi permintaan atau pembelinya. Dalam hal ini pembeli memiliki kekuatan dalam menentukan harga. Dalam pengertian ini, pasar monopsoni adalah suatu bentuk interaksi antara permintaan dan penawaran di mana permintaannya atau pembeli hanya satu perusahaan.
Contoh yang ada di Indonesia seperti PT. Kereta Api Indonesia yang merupakan satu-satunya pembeli alat-alat kereta api.

Sumber: http://indah11108009.wordpress.com/2010/04/08/struktur-pasar/

Struktur Pasar I

Pasar adalah suatu tempat atau proses interaksi antara permintaan (pembeli) dan penawaran (penjual) dari suatu barang/jasa tertentu, sehingga akhirnya dapat menetapkan harga keseimbangan (harga pasar) dan jumlah yang diperdagangkan.

Jadi setiap proses yang mempertemukan antara pembeli dan penjual, maka akan membentuk harga yang disepakati antara pembeli dan penjual.

Dalam kehidupan sehari-hari kita dapat melihat pasar dalam bentuk fisik seperti pasar barang (barang konsumsi). Secara sederhana pasar dapat dikelompokkan menjadi:

a. Menurut segi fisiknya, pasar dapat dibedakan menjadi beberapa macam, di antaranya:

1) pasar tradisional
2) pasar raya
3) pasar abstrak
4) pasar konkrit
5) toko swalayan
6) toko serba ada

b. Sedangkan berdasarkan jenis barang yang dijual, pasar dibedakan menjadi beberapa macam di antaranya:

1) pasar ikan
2) pasar sayuran
3) pasar buah-buahan
4) pasar barang elektronik
5) pasar barang perhiasan
6) pasar bahan bangunan
7) bursa efek dan saham.

Aktivitas usaha yang dilakukan di pasar pada dasarnya akan melibatkan dua subyek pokok, yaitu produsen dan konsumen. Kedua subyek tersebut masing-masing mempunyai peranan yang sangat besar terhadap pembentukan harga barang di pasar.

Struktur Pasar adalah penggolongan produsen kepada beberapa bentuk pasar berdasarkan pada ciri-ciri seperti jenis produk yang dihasilkan, banyaknya perusahaan dalam industri, mudah tidaknya keluar atau masuk ke dalam industri dan peranan iklan dalam kegiatan industri.

Pada analisa ekonomi dibedakan menjadi pasar persaingan sempurna dan pasar persaingan tidak sempurna (yang meliputi monopoli, oligopoli, monopolistik dan monopsoni).

Sumber: wimamadiun.com/materi/struktur-pasar/

Penerimaan

Didalam memproduksi suatu barang, ada dua hal yang menjadi fokus utama dari seorang pengusaha dalam rangka mendapatkan keuntungan yang maksimum, yaitu ongkos (cost) dan penerimaan (Revenue).

Ongkos sebagaimana telah dijelaskan diatas, maka yang dimaksud dengan penerimaan adalah jumlah uang yang diperoleh dari penjualan sejumlah output atau dengan kata lain merupakan segala pendapatan yang diperoleh oleh perusahaan hasil dari penjualan hasil produksinya.
Hasil total penerimaan dapat diperoleh dengan mengalikan jumlah satuan barang yang dijual dengan harga barang yang bersangkutan atau
TR = Q x P

Jenis-jenis Penerimaan

1. Total penerimaan (Total revenue : TR), yaitu total penerimaan dari hasil penjualan.Pada pasar persaingan sempurna, TR merupakan garis lurus dari titik origin, karena harga yang terjadi dipasar bagi mereka merupakan suatu yang datum (tidak bisa dipengaruhi), maka penerimaan mereka naik sebanding (Proporsional) dengan jumlah barang yang dijual. Pada pasar persaingan tidak sempurna, TR merupakan garis melengkung dari titik origin, karena masing perusahaan dapat menentukan sendiri harga barang yang dijualnya, dimana mula-mula TR naik sangat cepat, (akibat pengaruh monopoli) kemudian pada titik tertentu mulai menurun (akibat pengaruh persaingan dan substansi).

2. Penerimaan rata-rata (Avarage Total revenue: AR), yaitu rata-rata penerimaan dari per kesatuan produk yang dijual atau yang dihasilkan, yang diperoleh dengan jalan membagi hasil total penerimaan dengan jumlah satuan barang yang dijual.

3. Penerimaan Marginal (Marginal Revenue : MR), yaitu penambahan penerimaan atas TR sebagai akibat penambahan satu unit output.

Dalam pasar persaingan sempurna MR ini adalah konstan dan sama dengan harga (P), dan berimpit dengan kurva AR atau kurva permintaan, bentuk kurvanya horizontal.

Dalam pasar persaingan tidak sempurna MR, menurun dari kiri atas kekanan bawah dan nilainya dapat berupa :

1. Positif;
2. Sama dengan nol;
3. Negatif.

Keuntungan maksimum

1. Permintaan Dan Hasil Jualan
Di dalam menganalisis usaha sesuatu perusahaan untuk memaksimumkan keuntungan, dua hal harus diperhatikan:

• Biaya produksi yang dikeluarkan perusahaan.
• Hasil penjualan dari barang yang dihasilkan perusahaan itu.

Sifat biaya produksi yang dikeluarkan oleh perusahaan adalah bersamaan, walau dalam struktur pasar manapun ia digolongkan. Akan tetapi sifat hasil penjualan adalah berbeda di antara pasar persaingan sempurna dengan struktur pasar lainnya. Perbedaan ini disebabkan karena ditinjau dari sudut seorang produsen, bentuk permintaan yang dihadapi oleh seorang produsen di pasar persaingan sempurna berbeda sifatnya dengan yang dihadapi seorang produsen di pasar lainnya.

2. Permintaan Pasar Dan Perusahaan
Sifat tersebut adalah setiap perusahaan adalah pengambil harga yaitu sesuatu perusahaan tidak mempunyai kekuasaan untuk menentukan harga.

a. Hasil Penjualan Rata-rata
Untuk suatu perusahaan dalam pasar persaingan sempurna hasil penjualan rata-rata (AR) adalah seperti yang ditunjukkan dalam Gambar 2 harga barang yang diproduksi perusahaan adalah Rp 3000 maka d0=AR0= MRQ adalah kurva permintaan yang dihadapi perusahaan. Dengan demikian kurva ini adalah kurva hasil penjualan rata-rata pada harga barang sebanyak Rp 3000 (dan dinyatakan sebagai AR^. Kalau harga barang yang dijual perusahaan adalah Rp 6000, kurva d} = AR} = MRj adalah kurva permintaan dan juga kurva hasil penjualan rata-rata pada harga Rp 6000.

b. Hasil Penjualan Mar jinal
Satu konsep (istilah) mengenai hasil penjualan yang sangat penting untuk diketahui dalam analisis penentuan harga dan produksi oleh suatu perusahaan adalah pengertian hasil penjualan marjinal (MR— yang merupakan singkatan dari perkataan Marjinal'Revenue), yaitu tambahan hasil penjualanjangdiperoleh perusahaan dari menjual satu unit lagi barangyang diproduksikannja. Dalam pasar persaingan sempurna berlaku keadaan berikut harga — hasil penjualan rata-rata — hasil penjualan marjinal. Dalam Gambar 2 (i) kurva d() = AR0 = MRn menggambarkan kesamaan tersebut pada harga Rp 3000, dan kurva d0 = AR0 = MR0 menggambarkan kesamaan tersebut pada harga Rp 6000.

c. Hasil Penjualan Total
Seluruh jumlah pendapatan yang diterima perusahaan dari menjual barangjang diproduksikannja dinamakan hasil penjualan total (TR —yaitu dari perkataan Total Revenue}. Telah diterangkan bahwa dalam persaingan sempurna harga tidak akan berubah walau bagaimanapun banyaknya jumlah barang yang dijual perusahaan. Ini menyebabkan kurva penjualan total (TR) adalah berbentuk garis lurus yang bermula dari titik O.

Pemaksimuman Keuntungan Jangka Pendek
1. Syarat Pemaksimuman Keuntungan
Di dalam jangka pendek, pemaksimuman untung oleh suatu perusahaan dapat diterangkan dengan dua cara berikut:

- Membandingkan hasil penjualan total dengan biaya total.
- Menunjukkan keadaan di mana hasil penjualan marjinal sama dengan biaya marjinal.

Dalam cara pertama keuntungan ditentukan dengan menghitung dan membandingkan hasil penjualan total dengan biaya total. Keuntungan adalah perbedaan antara hasil penjualan total yang diperoleh dengan biaya total yang dikeluarkan. Keuntungan akan mencapai maksimum apabila perbedaan di antara keduanya adalah maksimum. Maka dengan cara yang pertama ini keuntungan yang maksimum akan dicapai apabila perbedaan nilai antara hasil penjualan total dengan biaya total adalah yang paling maksimum.

Cara yang kedua adalah dengan menggunakan bantuan kurva atau data biaya rata-rata dan biaya marjinal. Pemaksimuman keuntungan dicapai pada tingkat produksi di mana hasil penjualan marjinal (MR) sama dengan biaya marjinal (MQ atau MR = MC. Suatu perusahaan akan menambah keuntungannya apabila menambah produksinya pada ketika MR > MC yaitu hasil penjualan marjinal (MR) melebihi biaya marjinal (MC). Dalam keadaan ini pertambahan produksi dan penjualan akan menambah keuntungannya. Dalam keadaan sebaliknya, yaitu apabila MR < MC, mengurangi produksi dan penjualan akan menambah untung. Maka keuntungan maksimum dicapai dalam keadaan di mana MR = MC berlaku

Sumber Referensi

- Afzalur Rahman, Doktrin Ekonomi Islam Jilid I - Anto, Hendrie, Pengantar Ekonomika Mikro, Yogyakarta : ekonisia.