Piala Eropa telah berlalu. Tetapi ditiap pertandingan banyak terjadi hal- hal yang tidak terduga oleh penonton di seluruh dunia. Mengapa tidak dari 16 Negara yang bertarung memperbutkan title sebagai Raja Eropa tidak sedikit yang mengunggulkan tim-tim besar seperti Italia, Spanyol, Jerman, Inggris, Belanda, Inggris dan lainnya berjuang untuk mendapatkan juara di piala Eropa ini. Dari 16 Negara tersebut Spanyolah yang baru memecahkan rekor, berhasil mempertahankan Sebagai Raja Eropa, memang mustahil dalam sejarah belum ada Negara yang bisa mempertahankan title juara Eropa berturut- turut. Dan bukanya tidak mungkin dengan racikan sang pelatih memanfaatkan kemampuan yang dimiliki seorang pemain untuk meraih juara di ajang Eropa ini.
Pelajaran yang bisa di ambil adalah bagaimana suatu team itu bisa bekerjasama dengan baik, menekankan ego masing- masing pemain untuk kontribusi sebuah tim. Spanyol adalah tipikal permainan bekerjasama. Ya, yang kita kenal itu adalah Tipitaka. 2 Tahun belakangan ini Barcelona sudah menggunakan kerjasama pemain seperti itu. Karena banyak pemain dari Barcelona yang bergabung dalam tim nas Spanyol. Mengendalikan permainan, mengembangkan permainan tim dan menunggu hingga ada celah untuk menerobos pertahanan lawan. Bukan hal yang mudah untuk melakukan ini, karena pemin di tuntut untuk bersabar dan tidak egois, dengan begitu tim akan terbentuk koordinasi dan formasi yang saling bantu- membantu.
Berbeda dengan tim lainnya seperti Belanda, banyak pemain bertabur bintang di sana. Siapa yang tidak kenal RVP pemain Arsenal ini sebagai Striker tajam di Eropa, banyak yang menantikan aksinya bersama tim Belanda, tetapi apa yang terjadi Belanda tidak lolos dalam kualifikasi grup. Belanda hanya mencetak 1 kemengan dan hasil lainnya tidak memuaskan untuk di grup neraka bersama Italia dan Portugal. Memang saya sebagi yang mendukung Belanda agak kesal dengan permainan mereka. Tidak ada kordinasi, team work. Masing- masing masih memegang egonya sebagai pemain bintang dan tidak bisa bekerja sama dengan baik. Mungkin ini adalah pelajaran yang bisa di ambil dari piala Eropa tahun 2012. Ternyata bukan hal yang mustahil untuk mempertahankan title juara tanpa kerja keras, kerjasama team dan juga pelatih serta berusaha untuk mendapatkan juara.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar